Prakata

Manusia di-sempurna-kan dengan akal pikiran, diciptakan sebagai makhluk ekspresif hingga menjadi pembangkang dan terlempar keluar dari surga yang penuh misteri. Bertahan menghadapi setiap keterbatasan hidup dalam kefanaanya. Menempuh perjalanan panjang mengenali aksara, membuat bercak dan goretan di dinding gua, memahat batu, lalu mengoles tinta pada lembaran papirus. Semua jejak yang kemudian menemukan sendiri keikhlasan para penerimanya dan menjadi pondasi peradaban dunia. Oleh sebab itu dimanapun anda berada; Selamat datang dan terima kasih telah berkenan meluangkan waktu berkunjung ke laman sederhana ini. Salam!

Medan, 2 Maret 2017.

Iklan