Diudara (sajak)

Meninggalkan Sumatera ke tanah Jawa, mengudara dari utara ke selatan.
Berangkat dengan nyeri kelelahan, namun sadar diganggu harap perjumpaan.
Sebab pada beberapa kisah Bandar udara mampu menyatukan sekaligus memutuskan perpisahan.
Hingga semuanya harus selesai, hanya ada papan rambu sambutan yang ucapkan selamat datang dan selamat jalan.
Jakarta, 16 April 2018.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s